Kamis, 20 Oktober 2022

Pucat dan Paniknya Wajah Ricky Rizal Setelah Ferdy Sambo Tanya Kesiapann...


TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Wajah Bripka Ricky Rizal disebut sempat pucat dan panik setelah ditanyai Ferdy Sambo soal kesiapannya untuk menembak Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat (Brigadir J).
Hal itu diungkapkan pengacara Ricky saat membacakan nota keberatan atau eksepsi kliennya di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Kamis (20/10/2022).
Awalnya, pengacara Ricky mengatakan kliennya berani menolak perintah Sambo untuk menembak Brigadir J.
Hal itu merespons dakwaan jaksa penuntut umum (JPU) yang menyebut Ricky Rizal tak kuat mental ketika diminta Sambo menembak Brigadir J.
"Menunjukkan pribadi Ricky Rizal Wibowo yang berani menolak perintah seorang Jenderal (Sambo) yang menganjurkan untuk melakukan tindakan melawan hukum," kata pengacara Ricky.
Pengacara Ricky juga menyinggung dakwaan jaksa soal kliennya tak membantah permintaan Sambo untuk mem-backup lalu dianggap bentuk persetujuan.
Ia menganggap dakwaan jaksa tersebut tak cermat dan tidak bijak dengan keterangan berita acara pemeriksaan (BAP) mantan Kadiv Propam Polri itu.
"Kami berpandangan JPU tidak bijak dan tidak cermat dengan keterangan BAP Ferdy Sambo yang bahkan tidak menyebutkan lokasi Duren Tiga dan JPU menyimpulkan sendiri tanpa mempertimbangkan Ricky Rizal Wibowo yang sudah berani menolak perintah seorang jenderal yang menganjurkan untuk melakukan tindakan melawan hukum," katanya.
Selain itu, pengacara Ricky mengungkapkan berita acara pemeriksaan (BAP) Bharada Richard Eliezer atau Bharada E.
Menurutnya, dalam BAP itu Ricky diperintah Sambo untuk memanggil Bharada E untuk naik ke lantai 3.
Ia menyebut, saat itulah wajah Ricky tampak panik dan pucat.
"Selain itu di dalam BAP Bharada E menyatakan bahwa ketika Ricky memanggil saksi Bharada E untuk naik ke lantai 3 atas permintaan Ferdy Sambo, nampak wajah Ricky yang pucat dan panik," ungkapnya.
Sebelumnya, dalam dakwaannya jaksa menyebut Sambo sempat meminta Ricky untuk menembak Brigadir J.
"Kamu berani enggak tembak dia (Yosua)?" kata jaksa di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Senin (17/10/2022).
Saat itu, kata jaksa, Ricky menolak perintah Sambo karena mengaku tak memiliki mental yang kuat.
"Tidak berani Pak, karena saya enggak kuat mentalnya Pak," ujarnya.
"Tidak apa-apa, tapi kalau dia (Yosua) melawan, kamu backup saya di Duren Tiga," jawab Sambo.
Jaksa menyebut pernyataan Sambo tak dibantah oleh Ricky.
Lalu, Sambo menyuruh Ricky untuk memanggil Bharada Richard Eliezer atau Bharada E.
"Ricky yang sudah mengetahui niat Ferdy Sambo yang ingin merampas nyawa Yosua ternyata tidak berusaha untuk menghentikan Sambo supaya tidak melakukan niatnya tersebut, tetapi Ricky tetap turun menggunakan lift dan langsung menemui Bharada E di teras rumah dan setelah bertemu ternyata Ricky bukannya memberitahu niat dan rencana jahat dari Sambo," imbuhnya.

0 komentar:

Posting Komentar